Jumat, 28 Juni 2013

Pengertian, Fungsi Motherboard atau Mainboard


C. Motherboard atau Mainboard
Motherboard berupa board (papan) elektronik utama yang mempunyai beberapa slot individual yang bisa di-slot-kan (dipasangkan) untuk board lain mulai dari prosesor, memori, sound card, display adapter, dan sebagainnya. Di antara slot pada papan utama, terdapat slot yang khusus digunakan untuk pemasangan prosesor yang dinamakan soket dan slot 1. Motherboard memiliki beberapa jenis soket yang berbeda-beda, sesuai dengan perkembangan jenis prosesor.
1. Fungsi
a. Tempat meletakkan atau memasang berbagai komponen, misalnya prosesor, VGA card, sound card, memori dan lain-lain.
b. Media transfer data dari komponen yang bekerja di dalam komputer, misalnya prosesor untuk memberi perintah kepada komponen seperti memori atau harddisk dengan menggunakan jalur pada motherboard yang disebut bus dock.

2. Komponen di dalam motherboard dan fungsinya
a. Slot dan soket prosesor
Tempat meletakkan dan mamasang prosesor di motherboard dengan dilengkapi dengan kait pengunci agar prosesor yang terpasang tidak bergerak. Bentuk soket ini disesuaikan dengan tipe prosesor yang akan digunakan. Jenis slot ini biasanya digunakan pada jenis prosesor AMD generasi Athlon awal dan Intel generasi Pentium II (sebagai generasi Caleron), serta generasi Pentium III awal. Namun, jenis slot ini sudah tidak digunakan lagi dan kembali pada bentuk soket.
Berikut tabel perkembangan beberapa jenis soket motherboard yang digunakan untuk prosesor Intel dan AMD.
Jenis soket
Prosesor yang menempati soket
Soket 3
Prosesor 486
Soket 4, 5 ,6
Prosesor 586 kecepatan 60-133 MHz
Soket 7
Prosesor 586 kecepatan 75-300 MHz
Soket 8
Intel Pentium II dan Pentium Pro
Soket 360
Intel Pentium III dan Caleron
Soket 423
Intel Pentium IV dengan FSB 400 MHz
Soket 462
AMD Athlon XP
Soket 478
Intel Pentium IV HT dengan FSB 533-800 MHz
Soket LGA 775
Intel Pentium IV dengan dual core FSB 800-1066 MHz
Soket LGA 775Core2Duo
Intel Pentium CoreTM2 Duo FSB 1066 MHz
Soket 754
AMD Athlon 64 & Sempron
Soket 939
AMD Athlon 64
Soket AM2
AMD Athlon 64 x 2 & Sempron
b. Chipset motherboard
Kombinasi chip pada motherboard yang berfungsi menjembatani aliran data dan mengatur serta mengontrol beberapa komponen utama dan tambahan pada motherboard terdiri atas,
1) Chip north bridge (chipset utama) merupakan chip yang berfungsi sebagai pengatur alur data kerena kinerja prosesor untuk berhubungan dengan komponen utama, misalnya slot memori, slot AGP, slot PCI.
2) Chip south bridge (chipset pembantu) berfungsi sebagai pengatur alur data kinerja prosesor untuk berhubungan dengan komponen sekunder atau komponen selain yang sudah diatur oleh chip north bridge, misalnya kontrol IDE/harddisk, drive, DMA, USB, dan interrupt.
Chipset pada motherboard ini ada yang sama dengan merek motherboard-nya tapi banyak juga yang berbeda. Biasanya, produsen pengembangan chip ini dengan mengikuti perkembangan prosesor.
Jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan berpengaruh pada,
1) Tipe prosesor yang bisa digunakan pada motherboard.
2) Kelengkapan port I/O yang mampu disediakan.
3) Tipe display adaptor yang bisa digunakan.
4) Jenis memori yang bisa mendukung sistem PC dan kapasitas maksimum memori yang bisa dipergunakan pada motherboard.
5) Kelengkapan fitur tambahan, misalnya LAN card, modem, dan sound card. Biasanya, terdapat chipset yang menyediakan fitur ini sudah on-board dalam motherboard-nya. Selain chipset yang terdiri atas kombinasi north bridge dan south bridge, terdapat juga chipset yang merupakan chip sistem atau system-on-chip. Biasanya, chipset jenis ini telah menyediakan komponen hardware yang sudah on-board dalam motherboard, misalnya VGA dan modem.
c. Cache memory external/L2
Memori berkapasitas terbatas, tetapi berkecepatan tinggi yang lebih mahal daripada memori utama. Cache memory ini ada diantara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar pemrosesan tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingkatkan.
Cache memory ini ada dua macam yaitu,
1) Cache memory yang terdapat pada internal prosesor atau internal cache memory yang dikenal dengan first level (L1). Cache memory jenis ini memiliki kecepatan akses yang sangat tinggi dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada prosesor yang berharga mahal seperti PIII, PIV, AMD-Athlon, dan lain-lain. Semakin tinggi kapasitas L1 cache memory, semakin mahal dan semakin cepat prosesor dalam kinerjanya.
2) Cache memory yang terdapat di luar prosesor atau external cache memory, yaitu berada pada motherboard yang dikenal dengan second level (L2). Memory jenis ini memiliki kecepatan akses yang sangat tinggi, meskipun tidak secepat cache memory jenis pertama (yang ada pada internal prosesor). Semakin besar kapasitasnya, semakin cepat kinerja pemrosesan data pada komputer. Hal ini bisa kita lihat pada motherboard dengan beraneka ragam kapasitas L2 cache memory, yaitu 256 Kb, 512 kb. 1 Mb, atau 2 Mb.
d. CMOS/BIOS
CMOS/BIOS adalah chip yang berisi software BIOS, dibuat oleh pabrik pembuat motherboard. Berfungsi membaca dan mendata komponen hardware yang terpasang pada motherboard. Dari software BIOS ini, kita juga dapat mengaktifkan dan menonaktifkan beberapa komponen yang ada di dalam motherboard, misalnya kita menonaktifkan fungsi VGA on-board pada motherboard karena kita akan menggunakan VGA card pada slot AGP, CMOS/BIOS yang sering digunakan pada  motherboard sekarang adalah AMI BIOS, AWARD BIOS, dan Phoenix BIOS.
e. Baterai CMOS
Baterai CMOS merupakan sumber tegangan bagi CMOS/BIOS yang berfungsi menyimpan konfigurasi setting CMOS/BIOS agar tidak berubah setiap komputer dimatikan atau dinyalakan. Contohnya, saat komputer dimatikan dan dinyalakan kemudian hari, komputer akan tetap mengikuti tampilan tanggal dan jam pada waktu menyalakan komputer. Komputer tetap mengenal komponen yang ada dalam motherboard saat komputer dimatikan sehingga komputer tetap berjalan dengan normal.
f. Slot memori atai SIMM dan DIMM
slot yang berbentuk persegi panjang tipis dan mempunyai pin (kaki) yang banyak, berwarna kuning, orange, atau ada yang menggunakan warna biru dan hitam. Slot ini digunakan untuk meletakkan memory card. Slot memori dibedakan menurut memori yang dipakai sebagai berikut.
Jenis slot memory
Jumlah pin pada
Slot memory
Jenis motherboard pada komputer
RAM EDO (SIMM)
72 pin
Komputer 386, 486, 586, Pentium I
SDRAM (DIMM)
168 pin
Komputer Pentium II dan III
Memory DDR (DIMM)
184 pin
Komputer Pentium IV dan Dual Core
Memory DDR 2 (DIMM)
240 pin
Komputer Dual Core dan CoreTM2Duo
Salah satu perkembangan terbaru memori jenis DDR adalah dengan menggunakan slot memory dengan teknologi dual channel (akan dibahas pada bagian memori).
g. Port paraler IDE
Port paraler IDE mempunyai 40 pin yang berfungsi meletakkan atau menancapkan kabel IDE yang terhubung ke harddisk dan CD-Rom, CD-RW atau DVD-Rom, DVD-RW. Port ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu,
1) Primary IDE
Digunakan untuk meletakkan atau menancapkan kabel IDE yang terhubung ke harddisk, dan bisa digunakan untuk dua harddisk (primary master HDD dan primary slave HDD). Biasanya, berwarna hitam atau biru.
2) Secondary IDE
Digunakan untuk meletakkan atau menancapkan kabel IDE yang terhubung ke CD-Rom, CD-RW atau DVD-Rom, DVD-RW. Bisa digunakan untuk dua CD-Rom atau DVD-Rom (secondary master CD-Rom dan secondary slave DVD-Rom). Biasanya, berwarna putih.
h. Port floppy disk (FDD)
Port FDD ini mirip dengan port paraler IDE, tetapi hanya terdiri atas 34 pin yang berguna sebagai tempat meletakkan atau menancapkan kabel FDD yang terhubung dengan floppydisk.
i.  Slot PCI (peripheral component interconnect)
Saluran 32 bit dan 64 bit standar local bus yang mengikat bus ekspansi langsung ke prosesor sehingga proses kinerja komponen yang terpasang pada slot ini akan lebih cepat karena langsung diakses oleh prosesor, tanpa melalui komponen yang lain. Slot PCI ini berbentuk kotak persegi panjang berwarna putih dan terdiri atas dua kanan. Biasanya, slot PCI digunakan untuk meletakkan atau menancapkan VGA card seri lama (pada komputer 386 hingga Pentium II), sound card, modem, TV tuner, dan lain-lain.
j. Slot AGP (Accelerated Graphics Port)
Slot VGA jenis baru yang menggunakan saluran 128 bit dan khusus untuk meningkatkan kinerja video adapter tiga demensi (3 D) yang dinamakan AGP. Slot ini digunakan khusus untuk meletakkan atau menancapkan VGA card jenis AGP.
Berikut ini tipe slot AGP dan bandwith yang dimiliki.
Tipe slot AGP
Bandwith
AGP 1X
266 Mb/s
AGP 2X
533 Mb/s
AGP 4X
1066 Mb/s
AGP 8X
2133 Mb/s
Kecepatan yang dimiliki AGP 8X dicapai dengan arsitektur yang baik dengan meningkatkan dock core dan memori. Semua AGP saat ini telah menggunakan frekuensi sebesar 66 MHz dan lebar data sebesar 32 bit. Oleh karena itu, slot AGP memiliki kecepatan transper data dua kali lebih cepat dibandingkan slot PCI. Namun, seri motherboard yang terbaru telah menambah slot khusus untuk VGA card jenis PCI yang mempunyai transfer data lebih cepat dibandingkan slot AGP, yaitu slot PCI Express 16X.
k. Slot AMR (Audio Modem Riser)
Kotak kecil berwarna cokelat dan berukuran pendek yang digunakan hanya oleh modem dengan dukungan audio, bekerja pada bus 128 bit I Slot CNR (Connection Network Rise).
Kotak yang berukuran sedikit lebih panjang daripada slot AMR dan berwarna cokelat yang digunakan untuk jaringan (network) yang bekerja pada bus 128 bit.
l. PIN group atau front panel
Sekumpulan konektor yang berhubungan dengan kabel reset, HDD LED, power LED, speaker casing, dan saklar tombol ON/OFF pada casing.
m. Port power supply motherboard
Sebagai tempat meletakkan atau menancapkan konektor kabel power supply yang ada pada casing. Port ini berbentuk kotak berwarna putih dan terdiri atas 20 pin.
n. Port I/O motherboard
Port I/O merupakan port atau gerbang atau tempat dipasangnya konektor peralatan I/O yang terdapat di motherboard dan biasanya terletak di bagian belakang casing. Setiap port I/O berada di bawah control prosesor. Terdapat beberapa jenis I/O port sebagai berikut.
1) Port paraler (LPTI atau LPT2)
Port bagi peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara paraler. Paraler port standar mengirim data dengan kecepatan 50-100 Kb per detik. Contoh peralatannya adalah printer dan scanner.
2) Port serial (Com 1, Com2)
Port bagi peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara serial. Umumnya, motherboard memiliki dua port serial, satu untuk serial (Com 1) dan satu lagi untuk serial 2 (Com 2). Serial port standar mampu mengirim data dengan kecepatan 115 Kb per detik, sedangkan serial port kecepatan tinggi bisa mencapai 460 kb per detik. Contoh peralatan yang menggunakan port ini adalah mouse dan modem.
3) Port AT/PS2
Umumnya, digunakan untuk masukan konektor keyboard dan mouse. Mouse memiliki port PS2 berwarna hijau, sedangkan keyboard berwarna ungu.
4) Port USB (universal serial bus)
Port serial universal bagi peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara serial. Tipe USB terbaru adalah USB 2.0 yang memiliki kecepatan transfer data sebesar 60 Mb/s. Contoh peralatan yang menggunakan port USB adalah camera digital, scanner, printer USB, handycam, dan peralatan tambahan eksternal.
5) Port VGA
Port yang berhubungan langsung dengan layar. Port ini terdapat pada motherboard yang menggunakan chipset VGA on-board. Jika tidak menggunakan on-board, biasanya menggunakan VGA card yang diletakkan pada slot AGR.
6) Slot audio
Port yang berhubungan langsung dengan peralatan audio, misalnya tape, radio, speaker, atau mikrofon. Motherboard sekarang sudah banyak menggunakan chipset yang memberi fasilitas audio on-board.
7) Port LAN
Port yang dihubungkan dengan kabel LAN atau jaringan yang menggunakan kabel konektor jenis RJ45. Port ini sudah terdapat di dalam motherboard karena sering kali chipset motherboard sudah memberikan fasilitas LAN on-board pada motherboard-nya.

1 komentar: