Selasa, 25 Juni 2013

Power Supply



Sesuai dengan namanya, power supply berfungsi mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan. Yang biasa dipakai di PC rumahan adalah jenis ATX. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.
Gambar Power Supply
Bagian belakang terdiri dari socket penghubung ke monitor dan power listrik. Juga terdapat fan atau kipas angin, yang berfungsi mendinginkan udara di dalam kotak power supply tersebut. Bagian depan terdiri dari kabel-kabel kecil untuk mengalirkan listrik ke setiap bagian di dalam CPU atau motherboard. Tentu saja listrik yang mengalir sudah minim atau diperkecil. Sedangkan di power supply itu sendiri voltase listrik masih besar, sehingga dilarang keras menyentuhnya.
1. Fungsi
a. Mengubah tegangan AC menjadi DC dan menyuplai tegangan tersebut ke komponen hardware yang membutuhkan arus dan tegangan pada motherboard.
b. Menyuplai tegangan langsung ke komponen yang memerlukan tegangan arus DC, misalnya harddisk, CD-Rom, atau kipas.

2. Cara Kerja
Ketika kita menekan tombol power pada casing, yang terjadi adalah sebagai berikut.
Power supply melakukan cek dan tes sebelum membiarkan sistem start. Jika tes telah sukses, power supply mengirim sinyal khusus pada motherboard, yang disebut power good. Sinyal ini harus secara terus-menerus berjalan sewaktu sistem dijalankan karena ketika terjadi tegangan, AC dan power supply tidak dapat menjaga keluarkan di dalam toleransi regulasi. Power good signal akan menarik mundur dan memaksa sistem me-reset kembali. Hingga sinyal berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh power good, komputer akan bekerja secara normal.

3. Fungsi konektor pada kabel power supply
Konektor power supply biasanya berbentuk “female”, tetapi terdapat juga konektor yang berbentuk “male”. Hal ini bergantung pada peran yang membutuhkan tegangan listrik pada konektor. Berikut bentuk dan fungsi konektor pada power supply.
a. Konektor 20/24 pin ATX motherboard.
Konektor jenis ini langsung dihubungkan ke motherboard yang berfungsi sebagai sumber daya utama motherboard. Jenis dan fungsi tegangan yang terdapat pada konektor ini beragam. Berikut ini jenis dan fungsi tegangan yang terdapat di dalam konektor ini :
Warna Kabel
Tegangan
Fungsi di motherboard
Merah
+5V
Memberi daya pada logic controller dan slot AGP.
Orange
+3,3V
Sebagai sumber daya memori (RAM) dan slot PCI.
Kuning
+12V
Memasukkan daya ke prosessor.
Ungu
15VBS
Sebagai penyedia daya yang secara terus menerus memasok daya ke motherboard, bahkan pada saat posisi komputer mati.
b. Konektor 4/8 pin 12V
Konektor 4-pin 12V ini dikenal juga dengan sebutan konektor P4 karena pertama kali diperkenalkan untuk digunakan bersama dengan motherboard untuk prosesor Pentium 4. Konektor 8-pin 12V dikenal sebagai konektor EPS yang biasanya digunakan untuk motherboard server. Kedua konektor ini berguna untuk memberikan daya khusus kepada prosesor.
c. Konektor 6-pin PCIe
Konektor ini digunakan untuk memberikan daya pada beberapa graphic card yang berbasis PCIe kelas atas, yang membutuhkan lebih banyak daya dibandingkan graphic card biasanya. Konektor ini memiliki 6 pin yang terdiri atas tiga jalur +12 dan 3 ground.
d. Konektor 4 pin peripheral pada power connector
Konektor jenis ini digunakan untuk memasok daya ke berbagai macam komponen hardware yang ada di dalam casing komputer, misalnya optical driver, motherboard, graphic card, kipas dan harddisk. Konektor ini terdiri atas empat kabel yang memiliki tiga warna sebagai berikut.
Warna kabel
Tegangan
Fungsi
Merah
+5V
Memberikan daya pada logic controller
Kuning
+12V
Sebagai sumber tenaga bagi motor penggerak
Hitam
0
Sebagai ground
e. Konektor floppy
Konektor jenis ini berfungsi hanya memasok daya untuk floppy disk drive. Sama dengan peripheral power connector, konektor ini juga memiliki empat jalur, yaitu +12V, +5V, dan ground, tetapi secara fisik, konektor floppy ini lebih kecil dibandingkan power connector karena disesuaikan dengan konektor yang ada di floppy disk drive.
f.  Konektor SATA
Konektor jenis ini digunakan khusus untuk komponen hardware yang menggunakan interface SATA, seperti harddisk. Tidak seperti konektor pada peripheral power connector yang hanya memiliki dua tegangan, konektor SATA terdiri atas tiga tegangan, yaitu +5V, +12V, dan +3,3V.

4. Model Power Supply
a. Model AT
Power supply yang memiliki kabel power yang dihubungkan ke motherboard terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9) sehingga pemasangan kabel tegangan tersebut ke motherboard harus dilakukan dengan lebih berhati-hati. Kabel yang bewarna hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan.
Pada power supply model AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan computer, kita harus menekan tombol power yang ada pada bagian depan casing. Power supply AT ini hanya digunakan sebatas era computer Pentium II. Pada era Pentium III ke atas atau hingga sekarang, sudah tidak ada computer yang menggunakan jenis power supply AT.
b. Model ATX
Power supply yang memiliki konektor kabel power yang dihubungkan ke motherboard sudah menjadi satu bagian dengan jumlah 20 pin dan tidak ada kesalahan pemasangan karena bentuk konektor power sudah disesuaikan dengan konektor yang ada di motherboard. Jadi, jika terbalik memasang konektor, konektor power tidak bisa masuk ke konektor yang ada di motherboard. Power supply ATX dilengkapi dengan power switch atau biasa disebut dengan autoshutdown. Jadi, computer dapat langsung dimatikan melalui software Windows dengan menekan perintah shutdown, tanpa menekan tombol off pada casing.
Semua computer pada era Pentium III hingga sekarang sudah menggunakan casing dan power supply jenis ATX.

5. Troubleshooting
Pemberitahuan masalah yang terjadi sering dianggap sebagai masalah yang disebabkan oleh komponen hardware berupa memori, VGA card, atau motherboard tanpa menyangka kesalahan terjadi pada power supply yang kita gunakan.
Berikut ini contoh masalah yang sering terjadi,
a. Komputer me-restart sendiri saat sistem sedang bekerja.
b. Komputer mati setelah beberapa saat dioperasikan.
c. Internittent parity check atau other memory-type errors.
d. Harddisk dan kipas angin yang secara serentak tidak berputar.
e. Goncangan elektrik dirasakan pada casing atau konektor.
f.  Power-on atau sistem start up failure atau lock ups.
g. Terkadang booting sendiri secara spontan lock ups selama operasi normal.
h. Sistem sepenuhnya mati.
Penyebab masalah tersebut antara lain,
a. Masalah ini sering terjadi karena jumlah tegangan pada power supply tidak memadai untuk dibagikan ke komponen hardware.
b. Pemasangan atau fungsi tombol ON/OFF yang tidak tepat atau rusak.
c. Kebel power yang ke arah motherboard putus.
d. Kipas pada power supply tidak berputar sehingga menyebabkan panas yang berlebihan pada power supply.
Solusi masalah tersebut antara lain,
a. Pastikan tegangan power supply mencukupi untuk komponen hardware dengan mengganti power supply yang memiliki tegangan yang lebih tinggi.
b. Ganti saklar ON/OFF power supply yang dihubungkan ke casing.
c. Pastikan tidak ada kabel power yang putus menuju motherboard atau komponen hardware lainnya.
d. Ganti kipas yang ada pada power supply jika sudah tidak berputar.
e. Ganti power supply yang bertegangan sesuai dengan komponen hardware yang ada di dalam casing, minimal untuk komputer Pentium IV ke atas, gunakan power supply dengan tegangan 350 watt.

6. Perawatan power supply dan casing
Perawatan untuk memperpanjang usia power supply antara lain,
a. Gunakan stabilizer atau UPS yang baik.
Penggunakan stabilizer ini bertujuan menjaga tegangan yang diterima oleh power supply tetap stabil. Banyak kerusakan perangkat elektronik disebabkan oleh tegangan listrik yang tidak stabil (turun-naik). Disarankan untuk menggunakan stabilizer yang menggunakan servo atau motor, dan jika memungkinkan, sebaiknya menggunakan UPS.
b. Jangan meletakkan casing di dekat ventilasi udara.
Sirkulasi udara di dalam ruangan yang masuk melalui ventilasi udara biasanya membawa udara lembab. Hal ini dapat menyebabkan suhu disekitar casing menjadi lembab, dan mengakibatkan kaki-kaki komponen elektronik (terutama IC) menjadi berkarat sehingga akhirnya terjadi hubungan singkat antara komponen yang menyebabkan kebakaran.
c. Membersihkan debu (kotoran) yang ada di dalam power supply dan casing.
Kotoran di dalam power supply dan casing terkadang menyebabkan kipas macet atau tidak berputar. Hal ini dapat menyebabkan power supply dan komponen hardware yang ada di dalam casing menjadi lebih cepat panas dan akan menyebabkan komputer dapat mati mendadak dan tidak dapat berfungsi hingga suhu di dalam casing normal kembali.
d. Tambahkan kipas di dalam casing.
Penambahan kipas di dalam casing akan mempercepat sirkulasi udara di dalam casing sehingga komputer tidak cepat panas dan komponen hardware di dalamnya dapat bekerja dengan baik.

0 komentar:

Poskan Komentar